HADIRI TOS BARISTA EDISI KE IV, UPAYA BAWASLU ROTE NDAO WUJUDKAN PEMILU DAMAI
|
Ba’ - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rote Ndao mengikuti kegiatan Diskusi Tematik “TOS (Temu Obrol Santai) Kopi Barista (Barisan Penyelesaian Sengketa)” Edisi IV yang diselenggarakan oleh Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring melalui Zoom Meeting (Senin, 8/6/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran Tokoh Agama dalam Menciptakan Pemilu Damai”. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan pemahaman jajaran pengawas pemilu bahwa pemilu damai bukan hanya sekadar slogan atau seremonial, melainkan komitmen bersama antara penyelenggara, peserta, dan masyarakat untuk menjaga agar seluruh proses pemilu berjalan tanpa kekerasan, intimidasi, atau perpecahan.
Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi NTT, Magdalena Yuanita Wake, S.H., M.H., sebagai keynote speaker, James Welem Ratu, S.Pd selaku Anggota Bawaslu NTT sebagai pemantik, sementara materi utama disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, S.Th dengan penanggap Maria Uria IE, S.Akun, Anggota Bawaslu Kabupaten Ende. Turut serta hadiri kegiatan, seluruh jajaran Pimpinan Bawaslu Kabupaten Rote Ndao, Demsi Toulasik selaku Ketua, Patje J.B Tari dan Hasan S. Selolong selaku Anggota, Marthinus Allo selaku Koordinator Sekretariat beserta seluruh staff.
Hadir memantik diskusi, James Welem menyampaikan pentingnya keterlibatan dan peran sentral tokoh Agama dalam keberagaman yang ada di Provinsi NTT
“Bisa saya katakan bahwa tokoh Agama merupakan aktor startegis dalam menciptakan pemilu damai, perannya meliputi edukasi, mediasi, pencegahan hoax, isu pemilu identitas, dalam konteks Provinsi NTT yang beragam secara Agama dan Budaya, tokoh Agama memiliki posisi sentral untuk memoderasi, maka perlu dilibatkan dalam rangka menciptakan pemilu damai” paparnya.
Melalui penjelasannya, Yusti Rambu Karadji menyampaikan materi mengenai peran tokoh agama hingga rekomendasi yang dapat dilakukan oleh Bawaslu untuk menciptakan kolaborasi dalam mewujudkan pemilu damai. Di sela pemaparan, Yusti juga menyampaikan tantangan yang dihadapi oleh tokoh Agama dalam menciptakan pemilu damai
“Tantangan terbesar tokoh Agama dalam pemilu bukan hanya menjaga perdamaian masyarakat, tetapi juga menjaga integritas moralnya sendiri agar tetap dipercaya sebagai penjaga etika demokrasi dan persatuan sosial” jelasnya.
Maria Uria IE selaku penanggap memaparkan pengalaman berdasarkan pelaksanaan pengawasan pemilu dan pilkada di Kabupaten Ende, bahwa tokoh Agama memang memiliki peran strategis dalam menciptakan pemilu damai namun secara spesifik di Kabupaten Ende peran tokoh agama belum maksimal dirasakan, pengalaman yang terjadi secara langsung bahwa tokoh Adat memiliki peran dalam mempengaruhi tokoh Agama, dan masih terdapat kepentingan politik yang dibawa di atas mimbar.
Dinamika diskusi menghasilkan sebuah rekomendasi terhadap Bawaslu agar dapat menciptakan sinergi yang konstruktif bersama tokoh Agama. Bawaslu memiliki peran yang fundamental dalam memoderasi tokoh Agama dengan masyarakat untuk menciptakan pemilu damai.
Keikutsertaan Bawaslu Kabupaten Rote Ndao dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus mengawal terciptanya pemilu damai. Melalui forum diskusi yang dikemas secara santai namun tetap substansial tersebut, diharapkan jajaran pengawas pemilu semakin siap menghadapi dinamika pemilu di masa mendatang serta mampu menjalankan tugas pengawasan secara profesional, berintegritas, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penulis dan Foto : Luluk I
Editor : Yusrim Yefta P